Monday, April 30, 2018

AMINUL UMMAH, BENIH PESANTREN UNGGULAN


AMINUL UMMAH WANARAJA, BENIH PESANTREN UNGGULAN
(Pesantren Terpadu Berorientasi Kompetensi)

            Bukan latah dengan Kabupaten atau kota lain bila Garut disebut sebagai kota santri.  Kemudahan untuk mendirikan pesantren menjadi bukti predikat ini.  Pemerintah tidak mempersulit izin pendirian pesantren, salah satu diantaranya adalah Pesantren Terpadu Aminul Ummah. 
            Beberapa hari tinggal di pesantren ini akan terselimuti kesan hangat dan menyenangkan.  Baik dari suasana keislamannya, keranuman alamnya maupun kehangatan para penghuninya. 
Tempatnya yang lapang, sejauh pandangan mata, disuguhi oleh perbukit dan pepohonan menghijau.  Angin berhembus semilir kadang sedikit kencang menerpa wajah-wajah pemakmur yang pernah menyambanginya.  Mentari begitu sering dan akrab menyapa hampir tanpa penghalang sepanjang hari, kecuali awan di langit pesantren.  Fajar dan senja dapat dinikmati dalam semburat jingga cakrawala menambah cantiknya alam raya.  Di malam hari gemintang ataupun rembulan turut tersenyum melihat mujahid ilmu sibuk dalam aktifitas positif mereka.
Keramahan penghuni selalu akrab menyapa siapapun yang datang.  Tamu dari kalangan wali santri akan melebur bersama.  Saat waktu makan tiba siapapun bisa turut berjamaah mengelilingi hidangan dalam talam yang dinikmati bersama. Makan sesuai sunnah tanpa sendok makan.  Bila adzan berkumandang semua berada dalam shaf-shaf yang tertata rapi menghadap sang khaliq dengan sepenuh kerendahan hati.
Pesantren ini berlokasi di Kampung Cikendal RT 001 RW 007 Desa Wanamekar, Kec. Wanaraja, Kab. Garut, Jawa Barat 44183, sekitar 5 km dari Kawah Talaga Bodas.  Visi yang menjadi cita-cita dan impian bersama segenap pihak terkait dengan pesantren adalah menjadikan Pesantren Terpadu Aminul Ummah sebagai pesantren unggulan yang melahirkan Insan Qurani, Cerdas Spiritual, Emosional, Intelektual, Natural dan Sosial.  Adapun motto yang menjadi spiritnya, ‘Bernilai dalam Bakti pada Diri’.  Motto ini membekali santri untuk meyakini bahwa setiap perbuatan bakti dan kebaikan akan kembali pada diri pelakunya.
            Perjuangan mendirikan pesantren diawali dengan pernyataan ikrar wakaf oleh muwaqif kepada nadzir sebagai penerima wakaf.  Langkah selanjutnya, mengurus akta wakaf di KUA-Wanaraja, berikut pembentukan Yayasan Aminul Ummah.  Yayasan dilahirkan dengan melibatkan berbagai komponen, yaitu muwaqif, nadzir, badan pengelola, tokoh masyarakat dan pihak terkait kedinasan.
 Dengan pertolongan Alloh dan Basmallah, proposal pembangunan Pesantren Aminul Ummah dibuat dan diajukan ke berbagai pihak.  Jalan terbuka luas ketika networking menuju Qatar Charity terjembatani.  Salah alumni Pesantren Terpadu Nurul Amanah Salawu Tasikmalaya memiliki kedekatan emosional dengan pimpinan Yayasan Syifa Alkhoiriyah Subang.  Networking ini terjalin karena Badan Pengelola Pesantren Aminul Ummah sendiri banyak didukung oleh alumni dan pengelola Pesantren Nurul Amanah Salawu Tasikmalaya.
Peletakan batu pertama pada tanggal 11 Desember 2013 seolah mengawali derap langkah tiap kebaikan yang menyusunnya.  Dihadiri oleh berbagai elemen dan stakes holder, yaitu pengurus dan anggota yayasan, muwaqif, nadzir, tokoh masyarakat, donator utama (Yayasan Syifa Alkhoiriyah) sebagai penyalur dana Qatar Charity.
Perjalanan pembangunan Pesantren tergolong sangat lancar dan tidak merentasi banyak kendala.  Tanpa harus ditopang oleh proposal yang njlimet namun bermodal saling percaya, dana lokal pertama dapat dicairkan dengan nominal 800 juta.   Dana ini dipergunakan untuk gedung dan meubeler (meja kursi belajar). Konstruksi tinggal terima jadi  dari Yayasan Syifa Alkhoiriyah Subang.  Pihak pengelola pesantren dan Yayasan Aminul Ummah menyediakan tenaga.  Biaya jasa berada di pundak Pesantren Aminul Ummah.
Di bulan Maret 2014 semua sarana pendukung untuk dioperasikannya sebuah pesantren selesai sudah.  Satu lokal lengkap dengan aula serbaguna isi 15 x 12 x 6 (p.l.t)  meter, diapit 3 ruang di kanan kirinya.  Masing-masing ruang berukuran isi  4 x 4 x 3 (p.l.t) meter untuk asrama dan kelas.  Bagian belakang berbaris kamar mandi 8 buah berukuran 1,5 x 1 meter.  Gedung dengan total luas 20 x 15 meter itu cukup representative dan nyaman untuk digunakan.  Berada di tengah tanah wakaf 5000 m2, memberi kesan lapang dan luas. Dinding gedung bercat dominan crem dan frame merah untuk pintu dan jendela.
Yayasan dan pengelola mengadakan beberapa kali pertemuan intensif untuk merajut pola dasar pendidikan (kurikulum) di pesantren Aminul Ummah.   Pertemuan juga menentukan kapan penerimaan santri baru akan dimulai.
Berbagai kebimbangan tentang publikasi, kesiapan pengajar, mudir, murabbi-murabbiyah menjadi alasan utama untuk menunda PSB pertama.  Akan tetapi berkat kegigihan mudir, juga dukungan anggota yayasan yang bertekat memasukkan anak dan kerabat handai taulan untuk belajar di Aminul Ummah, apapun rintangan yang akan menghadang kelak.  Memasukkan siswa sebagai generasi (angkatan pertama pada sebuah lembaga pendidikan terutama pesantren bukan tanpa resiko.  Tapi dengan Basmalah semua dapat dihadapi dengan baik.
Ada cahaya harapan yang besar ketika kurikulum Aminul Ummah digulirkan.  Nadzir yang mengungkap ide pertama tentang pendidikan yang benar-benar berorientasi pada kompetensi siswa.  Dalam pertemuan yayasan dan pengelola untuk kesekiankalinya dibicarakan bahwa tiap jenjang pendidikan mestilah memberikan bekal kemampuan pada siswa atau santri.
Bekal kompetensi ini sangat mewarnai mental dan kejiwaan santri.  Kemampuan santri dalam hal fardhu ‘ain maupun fardhu kifayah diramu dalam tiap jenjang sehingga memudahkan tolak ukur pencapaian hasil.  Fardhu ‘ain sebagai ilmu yang wajib dipelajari untuk mencukupkan bekal beribadah pada Alloh SWT.  Hal ini meliputi tiga cabang utama ilmu agama, yaitu  aqidah (usuludin), syari’ah (fikih) dan akhlak (tasawuf).  Tentu saja sebagai santri yang digembleng dengan ilmu agama untuk siap menyampaikan kembali pada masyarakat, perlu pendalaman untuk tiga cabang ilmu ini. 
Adapun untuk kompetensi unggulan perjenjang, dijabarkan dalam raihan kompetensi pertingkat sebagai berikut:
a.       Tingkat I:
-          Membekali kecakapan berbahasa Inggris dengan menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa percakapan sehari-hari.  Strateginya antara lain: mengarantina siswa untuk berada dalam miliu berbahasa Inggris, memberikan materi terkait kemampuan dasar berbahasa Inggris sebagai ekskul, memberi  reward dan punishment bagi pemakai bahasa selain bahasa Inggris.
-          Kemampuan ini dikembangkan dalam bentuk penampilan drama bahasa Inggris, orasi bahasa Inggris, penulisan karya tulis ilmiah dan fiksi dalam bahasa Inggris.  Tanpa mengurangi peran bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar pendidikan dalam jam KBM.
b.      Tingkat II:
-          Membekali kecakapan berbahasa Arab dengan menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa percakapan sehari-hari.  Strategi yang diterapkan sebagaimana pembelajaran bahasa Inggris di tingkat I, melalui karantina, materi pemadatan bahasa Arab sebagai eskul, reward bagi pemakai yang tanpa pelanggaran, punishment bagi yang melanggar
-          Kemampuan ini dikembangkan dalam bentuk penampilan drama bahasa Arab, orasi bahasa Arab, penulisan karya tulis ilmiah dan fiksi  (insya) dalam bahasa Arab. 
c.       Tingkat III:
-           Membekali kemampuan penyelesaian soal UN dengan target pencapaian hasil di atas 70%.  Capaian ini didukung dengan program pemadatan intensif melampaui jumlah jam pelajaran selain yang di-UNkan
-          Membekali kemampuan penulisan karya tulis ilmiah sehingga wajib membawa laptop masing-masing sebagai media dan sarana belajar
-          Membekali kemampuan pengoperasian computer dasar , yaitu word, excel dan power point
d.      Tingkat IV:
-          Membekali kemampuan ilmu alat bahasa Arab dengan metode Amtsilati dengan cara: menyediakan miliu penghafalan kaidah nahwu shorof, memberikan materi pemadatan ilmu alat sebagai ekskul yang diunggulkan, memberikan reward bagi yang mencapai target  dan punishment bagi yang tidak mencapai target.
-          Membekali kemampuan membaca kitab kuning sebagai praktik lanjutan metode Amtsilati.
e.       Tingkat V:
-          Membekali kemampuan menghafal dan menjaga hafalan maksimum 30 juz, minimum sesuai kemampuan masing-masing.  Hal ini dicapai dengan metode termudah dan tercepat
-          Penjagaan bacaan melalui murojaah dan penggunaan hafalan dalam sholat sunnah
f.       Tingkat VI:
-          Membekali kemampuan menjawab soal UN  untuk target pencapaian diatas 70% dengan pemadatan materi mata pelajaran yang di-UNkan
-          Meningkatkan daya saing SBMPTN, SNMPTN, SNMPTKIN dan berbagai bentuk seleksi perguruan tinggi lainnya
Kini usia Aminul Ummah  empat tahun berjalan.  Usia yang masih belia namun berbagai hasil yang menggembirakan telah nampak dari sistem pendidikan yang diterapkan.  Bahasa Arab dan Inggris sudah menjadi bahasa percakapan sehari-hari.   Kemampuan menulis ilmiah 100% untuk kelas  IV dengan abstrak berbahasa Inggris.
Kemampuan pementasan pun tidak kalah dengan pesantren yang sudah senior.  Bahkan mungkin ada kemampuan lebih dari santri dan santriwati di sana.  Dekorasi panggung, penulisan scenario drama empat bahasa berikut memaikan perannya.  Penulisan teks orasi mandiri dan menampilkan pidato empat bahasa.   Story telling dalam empat bahasa (bahasa Arab, Inggris, Indonesia dan Sunda).
Keunikan yang dimiliki  Aminul Ummah juga tergambar pada ekstrakurikuler unggulan bahasa Jepang.  Dibimbing oleh sarjana SI bahasa Jepang dari UNPAD yang  pernah meraih predikat mahasiswa berprestasi pada angkatannya sekaligus bagian Kurikulum Pesantren.
Dua kunci pembuka dunia, yaitu bahasa dan informatika nampaknya menjanjikan keunggulan output dari pesantren.   Dukungan tenaga dan spirit muda lulusan S1 dan S2, juga mereka yang memiliki pengetahuan keterampilan terapan sangat membantu tercapainya keunggulan ini.  Diantaranya, pimpinan pesantren yang diamanahi sekarang adalah seorang master manajemen ekonomi syariah dan ahli disain grafis online.
Pertolongan Alloh SWT begitu dekat, tahun 2016, bantuan kedua dengan nilai yang sama kembali dianugerahkanNya, melalui jaringan yang sama.  Dukungan dan keikhlasan muwaqif sekaligus ketua yayasan memperlancar pembangunan local ke-2 ini.  Dalam waktu sekitar 7 bulan, selesailah bangunan lokal kedua dengan konstruksi yang sama namun warna frame kaca dan pintu berwarna hijau.  Lokal baru dikhususkan untuk asrama putri.
Benih keunggulan pesantren ini perlu terus dipupuk dan disiram dengan kegigihan dan keikhlasan.  Sehingga keberkahan dan rahmatNya selalu bercurah-curah. Insya Alloh, semoga.

No comments:

Post a Comment