AMINUL UMMAH WANARAJA, BENIH
PESANTREN UNGGULAN
(Pesantren Terpadu
Berorientasi Kompetensi)
Bukan
latah dengan Kabupaten atau kota lain bila Garut disebut sebagai kota
santri. Kemudahan untuk mendirikan
pesantren menjadi bukti predikat ini.
Pemerintah tidak mempersulit izin pendirian pesantren, salah satu
diantaranya adalah Pesantren Terpadu Aminul Ummah.
Beberapa hari tinggal di pesantren
ini akan terselimuti kesan hangat dan menyenangkan. Baik dari suasana keislamannya, keranuman
alamnya maupun kehangatan para penghuninya.
Tempatnya
yang lapang, sejauh pandangan mata, disuguhi oleh perbukit dan pepohonan
menghijau. Angin berhembus semilir
kadang sedikit kencang menerpa wajah-wajah pemakmur yang pernah menyambanginya. Mentari begitu sering dan akrab menyapa
hampir tanpa penghalang sepanjang hari, kecuali awan di langit pesantren. Fajar dan senja dapat dinikmati dalam
semburat jingga cakrawala menambah cantiknya alam raya. Di malam hari gemintang ataupun rembulan
turut tersenyum melihat mujahid ilmu sibuk dalam aktifitas positif mereka.
Keramahan
penghuni selalu akrab menyapa siapapun yang datang. Tamu dari kalangan wali santri akan melebur
bersama. Saat waktu makan tiba siapapun
bisa turut berjamaah mengelilingi hidangan dalam talam yang dinikmati bersama. Makan
sesuai sunnah tanpa sendok makan. Bila
adzan berkumandang semua berada dalam shaf-shaf yang tertata rapi menghadap
sang khaliq dengan sepenuh kerendahan hati.
Pesantren
ini berlokasi di Kampung Cikendal RT 001 RW 007 Desa Wanamekar, Kec. Wanaraja,
Kab. Garut, Jawa Barat 44183, sekitar 5 km dari Kawah Talaga Bodas. Visi yang menjadi cita-cita dan impian bersama
segenap pihak terkait dengan pesantren adalah menjadikan Pesantren Terpadu
Aminul Ummah sebagai pesantren unggulan yang melahirkan Insan Qurani, Cerdas
Spiritual, Emosional, Intelektual, Natural dan Sosial. Adapun motto yang menjadi spiritnya, ‘Bernilai
dalam Bakti pada Diri’. Motto ini
membekali santri untuk meyakini bahwa setiap perbuatan bakti dan kebaikan akan
kembali pada diri pelakunya.
Perjuangan
mendirikan pesantren diawali dengan pernyataan ikrar wakaf oleh muwaqif kepada
nadzir sebagai penerima wakaf. Langkah
selanjutnya, mengurus akta wakaf di KUA-Wanaraja, berikut pembentukan Yayasan
Aminul Ummah. Yayasan dilahirkan dengan
melibatkan berbagai komponen, yaitu muwaqif, nadzir, badan pengelola, tokoh
masyarakat dan pihak terkait kedinasan.
Dengan pertolongan Alloh dan Basmallah,
proposal pembangunan Pesantren Aminul Ummah dibuat dan diajukan ke berbagai
pihak. Jalan terbuka luas ketika networking menuju Qatar Charity
terjembatani. Salah alumni Pesantren
Terpadu Nurul Amanah Salawu Tasikmalaya memiliki kedekatan emosional dengan pimpinan
Yayasan Syifa Alkhoiriyah Subang. Networking
ini terjalin karena Badan Pengelola Pesantren Aminul Ummah sendiri banyak
didukung oleh alumni dan pengelola Pesantren Nurul Amanah Salawu Tasikmalaya.
Peletakan batu
pertama pada tanggal 11 Desember 2013 seolah mengawali derap langkah tiap kebaikan
yang menyusunnya. Dihadiri oleh berbagai
elemen dan stakes holder, yaitu pengurus dan anggota yayasan, muwaqif, nadzir,
tokoh masyarakat, donator utama (Yayasan Syifa Alkhoiriyah) sebagai penyalur
dana Qatar Charity.
Perjalanan
pembangunan Pesantren tergolong sangat lancar dan tidak merentasi banyak
kendala. Tanpa harus ditopang oleh
proposal yang njlimet namun bermodal
saling percaya, dana lokal pertama dapat dicairkan dengan nominal 800
juta. Dana ini dipergunakan untuk gedung
dan meubeler (meja kursi belajar). Konstruksi tinggal terima jadi dari Yayasan Syifa Alkhoiriyah Subang. Pihak pengelola pesantren dan Yayasan Aminul
Ummah menyediakan tenaga. Biaya jasa berada
di pundak Pesantren Aminul Ummah.
Di bulan Maret
2014 semua sarana pendukung untuk dioperasikannya sebuah pesantren selesai
sudah. Satu lokal lengkap dengan aula
serbaguna isi 15 x 12 x 6 (p.l.t) meter,
diapit 3 ruang di kanan kirinya.
Masing-masing ruang berukuran isi
4 x 4 x 3 (p.l.t) meter untuk asrama dan kelas. Bagian belakang berbaris kamar mandi 8 buah
berukuran 1,5 x 1 meter. Gedung dengan
total luas 20 x 15 meter itu cukup representative dan nyaman untuk digunakan. Berada di tengah tanah wakaf 5000 m2,
memberi kesan lapang dan luas. Dinding gedung bercat dominan crem dan frame
merah untuk pintu dan jendela.
Yayasan dan
pengelola mengadakan beberapa kali pertemuan intensif untuk merajut pola dasar
pendidikan (kurikulum) di pesantren Aminul Ummah. Pertemuan juga menentukan kapan penerimaan
santri baru akan dimulai.
Berbagai
kebimbangan tentang publikasi, kesiapan pengajar, mudir, murabbi-murabbiyah
menjadi alasan utama untuk menunda PSB pertama.
Akan tetapi berkat kegigihan mudir, juga dukungan anggota yayasan yang
bertekat memasukkan anak dan kerabat handai taulan untuk belajar di Aminul
Ummah, apapun rintangan yang akan menghadang kelak. Memasukkan siswa sebagai generasi (angkatan
pertama pada sebuah lembaga pendidikan terutama pesantren bukan tanpa
resiko. Tapi dengan Basmalah semua dapat
dihadapi dengan baik.
Ada cahaya
harapan yang besar ketika kurikulum Aminul Ummah digulirkan. Nadzir yang mengungkap ide pertama tentang
pendidikan yang benar-benar berorientasi pada kompetensi siswa. Dalam pertemuan yayasan dan pengelola untuk
kesekiankalinya dibicarakan bahwa tiap jenjang pendidikan mestilah memberikan
bekal kemampuan pada siswa atau santri.
Bekal kompetensi
ini sangat mewarnai mental dan kejiwaan santri.
Kemampuan santri dalam hal fardhu
‘ain maupun fardhu kifayah diramu
dalam tiap jenjang sehingga memudahkan tolak ukur pencapaian hasil. Fardhu
‘ain sebagai ilmu yang wajib dipelajari untuk mencukupkan bekal beribadah
pada Alloh SWT. Hal ini meliputi tiga
cabang utama ilmu agama, yaitu aqidah
(usuludin), syari’ah (fikih) dan akhlak (tasawuf). Tentu saja sebagai santri yang digembleng
dengan ilmu agama untuk siap menyampaikan kembali pada masyarakat, perlu
pendalaman untuk tiga cabang ilmu ini.
Adapun untuk
kompetensi unggulan perjenjang, dijabarkan dalam raihan kompetensi pertingkat
sebagai berikut:
a. Tingkat
I:
-
Membekali kecakapan
berbahasa Inggris dengan menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa percakapan
sehari-hari. Strateginya antara lain: mengarantina
siswa untuk berada dalam miliu berbahasa Inggris, memberikan materi terkait
kemampuan dasar berbahasa Inggris sebagai ekskul, memberi reward dan punishment bagi pemakai bahasa
selain bahasa Inggris.
-
Kemampuan ini
dikembangkan dalam bentuk penampilan drama bahasa Inggris, orasi bahasa
Inggris, penulisan karya tulis ilmiah dan fiksi dalam bahasa Inggris. Tanpa mengurangi peran bahasa Indonesia
sebagai bahasa pengantar pendidikan dalam jam KBM.
b. Tingkat
II:
-
Membekali kecakapan
berbahasa Arab dengan menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa percakapan
sehari-hari. Strategi yang diterapkan
sebagaimana pembelajaran bahasa Inggris di tingkat I, melalui karantina, materi
pemadatan bahasa Arab sebagai eskul, reward bagi pemakai yang tanpa
pelanggaran, punishment bagi yang melanggar
-
Kemampuan ini
dikembangkan dalam bentuk penampilan drama bahasa Arab, orasi bahasa Arab,
penulisan karya tulis ilmiah dan fiksi
(insya) dalam bahasa Arab.
c. Tingkat
III:
-
Membekali kemampuan penyelesaian soal UN
dengan target pencapaian hasil di atas 70%.
Capaian ini didukung dengan program pemadatan intensif melampaui jumlah
jam pelajaran selain yang di-UNkan
-
Membekali kemampuan
penulisan karya tulis ilmiah sehingga wajib membawa laptop masing-masing
sebagai media dan sarana belajar
-
Membekali kemampuan
pengoperasian computer dasar , yaitu word, excel dan power point
d. Tingkat
IV:
-
Membekali kemampuan
ilmu alat bahasa Arab dengan metode Amtsilati dengan cara: menyediakan miliu
penghafalan kaidah nahwu shorof, memberikan materi pemadatan ilmu alat sebagai
ekskul yang diunggulkan, memberikan reward bagi yang mencapai target dan punishment bagi yang tidak mencapai
target.
-
Membekali kemampuan
membaca kitab kuning sebagai praktik lanjutan metode Amtsilati.
e. Tingkat
V:
-
Membekali kemampuan
menghafal dan menjaga hafalan maksimum 30 juz, minimum sesuai kemampuan masing-masing. Hal ini dicapai dengan metode termudah dan
tercepat
-
Penjagaan bacaan
melalui murojaah dan penggunaan hafalan dalam sholat sunnah
f. Tingkat
VI:
-
Membekali kemampuan
menjawab soal UN untuk target pencapaian
diatas 70% dengan pemadatan materi mata pelajaran yang di-UNkan
-
Meningkatkan daya saing
SBMPTN, SNMPTN, SNMPTKIN dan berbagai bentuk seleksi perguruan tinggi lainnya
Kini usia Aminul
Ummah empat tahun berjalan. Usia yang masih belia namun berbagai hasil
yang menggembirakan telah nampak dari sistem pendidikan yang diterapkan. Bahasa Arab dan Inggris sudah menjadi bahasa
percakapan sehari-hari. Kemampuan
menulis ilmiah 100% untuk kelas IV
dengan abstrak berbahasa Inggris.
Kemampuan
pementasan pun tidak kalah dengan pesantren yang sudah senior. Bahkan mungkin ada kemampuan lebih dari
santri dan santriwati di sana. Dekorasi
panggung, penulisan scenario drama empat bahasa berikut memaikan perannya. Penulisan teks orasi mandiri dan menampilkan
pidato empat bahasa. Story telling
dalam empat bahasa (bahasa Arab, Inggris, Indonesia dan Sunda).
Keunikan yang
dimiliki Aminul Ummah juga tergambar pada
ekstrakurikuler unggulan bahasa Jepang.
Dibimbing oleh sarjana SI bahasa Jepang dari UNPAD yang pernah meraih predikat mahasiswa berprestasi
pada angkatannya sekaligus bagian Kurikulum Pesantren.
Dua kunci
pembuka dunia, yaitu bahasa dan informatika nampaknya menjanjikan keunggulan
output dari pesantren. Dukungan tenaga
dan spirit muda lulusan S1 dan S2, juga mereka yang memiliki pengetahuan
keterampilan terapan sangat membantu tercapainya keunggulan ini. Diantaranya, pimpinan pesantren yang
diamanahi sekarang adalah seorang master manajemen ekonomi syariah dan ahli
disain grafis online.
Pertolongan Alloh
SWT begitu dekat, tahun 2016, bantuan kedua dengan nilai yang sama kembali
dianugerahkanNya, melalui jaringan yang sama.
Dukungan dan keikhlasan muwaqif sekaligus ketua yayasan memperlancar
pembangunan local ke-2 ini. Dalam waktu
sekitar 7 bulan, selesailah bangunan lokal kedua dengan konstruksi yang sama
namun warna frame kaca dan pintu berwarna hijau. Lokal baru dikhususkan untuk asrama putri.
Benih keunggulan
pesantren ini perlu terus dipupuk dan disiram dengan kegigihan dan
keikhlasan. Sehingga keberkahan dan
rahmatNya selalu bercurah-curah. Insya Alloh, semoga.